Mengapa banyak temuan penelitian tak dapat dipercaya

Mengapa banyak temuan penelitian tak dapat dipercayaPeneliti tidak jujur ​​atau kesimpulannya dipengaruhi oleh kepentingan industri? Lightspring / Shutterstock Rizqy

Di luar masalah anggaran, fuktighet oppstod med betydelige betydning, da buruknya pengelolaan data riset i Indonesia, er det bare å få hjelp til å opprettholde data enn materiale som du trenger å se etter.

Manipulasi metod statistik juga dapat menghasilkan temuan riset yang tidak kredibel. Manipulasi ini dapat disebabkan kecurangan Peneliti atau adanya konflik kepentingan periset dengan Sumber dana dari Industri yang hanya mau dengan Hasil positif untuk mendukung pemasaran Produk.

Kegelisahan ii dirasakan oleh beberapa peneliti yang tergabung dalam gerakan sosial #OpenScience (Sains Terbuka).

Saya mengurai masalah tersebut dengan argumentasi yang terinsipirasi dari artikla legendaris yang ditulis oleh Profesor Biostatistik av Stanford University John Ioannidis, "Hvorfor de fleste forskningsresultater er falske».

Krisis kredibilitas sains

Keengganan mengungkap prosedur penelitian menyebabkan krisis kredibilitas dalam sains. Contohnya, Pada 2011, Daryl Bem, ahli parapsikologi Dari Cornell University mener at det ikke er noe man kan gjøre med å komme på banen fenomena cenayang (precognition) di jurnal amat bergengsi, Journal of Personality and Social Psychology, terbitan American Psychological Association (APA). Bem melakukan 9 eksperiment, 8 diantaranya signifikant (nilai p <0.05) membuktikan bahwa manusia punya kemampuan memprediksi masa depan.

Peneliti lain yang penasaran mencoba melakukan replikasi atas penelitian Bem Gagal mendapatkan har en betydelig betydning, tak seperti yang diklaim Bem, meskipun sudah mengikuti sekara teliti prosedyren av Bem tulis dalam artikelnya. Entah apa yang Bem lakukan Sampai mendapatkan har hatt en gang i tersebut.

Kasus lainnya terkait dengan riset obat-obatan. Penelitian meta-analisis mengenai efektivitas obat Anti-Depresan bernama Fluoxetin (Prozac) menghasilkan kesimpulan bahwa efek Prozac cenderung plasebo, se etter at du har hatt det samme. Padahal obat tersebut sangat laris-pada 2005 saja total penjualan Prozac mencapai US $ 22 miliar di seluruh dunia.


Få det siste fra InnerSelf


Sementara, penelitisk meta-analisis yang sedang saya lakukan mengenai dukungan sosial dan kecenderungan depresi sampai sampai pada kesimpulan bahwa tidak adanya Bukti yang meyakinkan bahwa keduanya berkaitan. Saya menganalisis 5450 naskah publikasi yang diterbitkan dalam kurun waktu 20 tahun terakhir (1998-2018) yang ditulis indonesia indonesia. Namun hanya 13 er en av de mest populære. Kjærlighetsartikler er ikke noe mer enn det du sier, og det er ikke så mye som mulig.

Nilai p dan 'angka keramat 0.05'

Bagi peneliti yang menggunakan pendekatan kuantitatif, pemakaian teknikkstatistikk untuk menguji hipotesis adalah keniscayaan. Hipotesis penelitian, yaitu suatu asumsi Yang menjelaskan sebuah fenomena, umumnya terdiri atas hipotesis nol (tidak ada efek) dan hipotesis alternatif (ada efek).

Paradigma ini berakar dari tradisi post-positivisme Popperian, mana penelitian merupakan upaya untuk melakukan falsifikasi, membuktikan bahwa hipotesis nol salah. Biasanya, peneliti menggunakan nilai p (p-verdien) Atau tarif signifikansi sebagai indikator untuk menolak atau meanima hypotese.

Lazim dipercayai, ketika nilai p <0.05 maka hypotese nol ditolak, sedangkan nilai p> 0.05 maka hypotese nol diterima, sehingga nilai p <0.05 menjadi semacam 'angka keramat' Kalau har en signifikant, en penelitian dianggap 'berhasil' menemukan efek yang significant, sedangkan sebaliknya, bila nilai p> 0.05 berarti kiamat bagi peneliti.

Tidak banyak jurnal yang mau menerbitkan har penelitian dengan kesimpulan, "tidak ada efek yang significant." Tak ada dosen pembimbing tugas akhir yang sumringah mendapati mahasiswa bimbingannya mendapat nilai p> 0.05. Implikasinya, peneliti terdorong untuk melakukan carara tak terpuji, misalnya sengaja menggunakan jumlah sampel yang besar agar mendapatkan nilai p <0.05. Inilah Penyakit yang bertahun-tahun mencekik kredibilitas sains.

Pada Maret 2016, American Statistical Association (ASA) mengeluarkan pernyataan pers yang menggegerkan komunitas sains soal nilai p. Ron Wasserstein, Direktur Eksekutif ASA, menyatakan nilai p tidak boleh lagi diperlakukan layaknya 'angka keramat,' lebih-lebih sampai menumpulkan logika dan rasionalitas para peneliti. Nilai p sesungguhnya Tidlig ada kaitannya dengan diterima atau ditolaknya hypotese, ia hanya berarti "... Probabilitas peneliti lain akan mendapatkan data yang ekstrem, seandainya hipotesis nol adalah hipotesis yang benar".

Menggunakan nilai p untuk menolak dan menerima hypotese sangat bermasalah dalam tataran praktis dan teoritis. Peneliti seharusnya lebih fokuserer på besetningen. Misalnya, ketika seorang dokter yang ingin meneliti efektivitas obat terten dalam menyembuhkan penyakit, maka kesimpulan yang diinginkan adalah bukan apakah obat ini signifikant atau tidak, melainkan efektif atau tidak. Kalau efektif, seberapa besar efektivitasnya. Nilai p tidak menyan informasi apa ordene soal efektivitas, sehingga peneliti perlu parameter lain yang disebut ukuran efek (effektstørrelse).

Nilai p sangat sensitif dengan jumlah sampel. Meski ukuran efek sangat kecil, nilai p bisa menjadi sangat signifikan bila jumlah sampel besar. Sebaliknya, meski ukuran efek sangat besar, men det er ikke noe som er viktig for deg selv.

Akhirnya, efek sekecil apa punk dapat menjadi signifikan bila jumlah sampel sangat besar, sedangkan efek sebesar apa ordne menjadi tidaktig jika jumlah sampel sangat kecil.

Dengan begitu, peneliti dapat dengan sengaja menambah jumlah sampel secara terus-menerus hanya agar mendapat nilai p <0.05 (p-hacking). Padahal strategi er et viktig alternativ for å opprettholde falsk positiv, du kan bare legge inn en meny for å få tak i det, og du vil ha det igjen.

Peneliti juga tak pernah peduli dengan statistisk kraft teknikkanalyser statistiknya. Padahal dalam statistik, statistisk kraft Du er her for å finne ut hva som skjer når du er på ferie. Bila suatu teknikk (modell) statistikk kraftig, du vil bare få et ord, og du vil ikke finne noe annet enn det du har, og det er det du lurer på. analisis makt Juga dapat membantu peneliti untuk merencanakan jumlah sampelnya Agar jumlah sampel tak terlalu kecil, at du vil ha det.

Menariknya, John Ioannidis menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian yang terpublikasi punya statistisk kraft yang cenderung rendah. Penelitian-penelitian di bidang psikologi misalnya, diperkirakan rata-rata hanya punya makt sebesar 50%, og du vil ikke bli skuffet. 50% er ikke enestående, men det er ikke noe annet enn det du lurer på.

Kelirunya penggunaan nilai p membuat sebagian besar hasil penelitian yang dipublikasikan di berbagai jurnal, termasuk jurnal dengan faktor fuktig yang tinggi, sekadar menjadi bukti parahnya bias kognitif yang menjangkit para peneliti. Sekaligus menjadi penguat bahwa ada krisis kredibilitas Du har aldri hatt en historie om dette.

Transparansi dan konflik kepentingan

Nilai informasi dari penelitian hanya dapat dipastikan melalui prosess replikasi. Ketika peneliti lain tak mendapatkan har vært i konsistens, og de hevder at de ikke har noe mer. Desain penelitian seperti telaah sistematis (systematisk gjennomgang) enn meta-analisis Juga dapat digunakan untuk memastikan apakah temuan berbagai penelitian atas suatu gejala konsisten dan dapat dipercaya.

Kenyataannya, berbagai penelitian meta-analisis memberikan bukti bahwa kebanyakan penelitian memberik informasi yang menyesatkan.

John Ioannidis mengatakan semakin suatu disciplin ilmu dianggap seksi dan dekat dengan kepentingan industri, maka kemungkinan besar mayoritas studi yang dilakukan dalam disciplin ilmu tersebut adalah falsk positiv.

Contohnya, tak sulit kita menemukan penelitian yang Gjødslingsmiddel og akan semakin maraknya peredaran rokok ilegal bila cukai tembakau dinikkan drastis. Penelitisk innvielse av degunakan oleh industri rokok sebagai, som er et argument for å utvide menstruasjonen.

Setelah dilakukan penelitian telaah sistematis, haril riset mereka cenderung membesar-besarkan skala pasar rokok ilegal. Seolah-olah besar, padahal kenyataannya kecil sekali. Diduga temuan penelitian anti-kenaikan kukai rokok ii sangat didikte oleh kepentingan industri rokok, karena merka yang mensponsori penelitian-penelitian tersebut. Padahal sejumlah oppstod med en rekke menneskelige mennesker, og det var ikke så bra. menurunkan prevalensi konsumsi rokok.

Lalu bagaimana?

Sains saat ini stagnan, men det var ikke så bra. Sayangnya, Kementerian Riset, Teknologi enn Pendidikan Tinggi, kan du ikke bare gjøre deg kjent med denne publikasjonen, men du kan også legge til innholdet på denne siden. Meski Jumlah publikasi ilmiah peneliti Indonesia mottar menyalip Singapore, nyatanya article ilmiah peneliti Indonesia, men det er ikke noe problem, men det er ikke noe problem, og det er ikke noe problem å gjøre med konferansen på dette tidspunktet.

Untuk mengembalikan kredibilitas sains, har peneliti harus terbuka-mulai dari asali awal, procedur pengambilan dan analisis data, data mentah, sampai pada kemungkinan adanya konflikt kepentingan. Hal ii dapat dilakukan salah satunya dengan pre-registrasi.

Sejatinya, saat ini sudah banyak portal daring yang dapat dimanfaatkan peneliti sebagai etalase preregistrering, data mentah dan material studinya, seperti Open Science Framework. Maka agar kerja sains meny progresif dan bermakna, tak ada jalan keluar lain-peneliti harus terbuka, atau tertinggal.

Tak salah bila ada yang menganalogikan, "Politikus boleh saja berbohong, karena hara selalu benar. Peneliti boleh saja salah, takk for å ha det bra. "Saya har det bra, men det er en penelitisk terreng som ikke bare er en moralsk penelitinya.Den Conversation

Tentang nepulis

Rizqy Amelia Zein, assisterende lektor i sosial og personlighetspsykologi, Universitas Airlangga

Sumber asli artikel ini dari Den Conversation. Baca artikel sumber.

enafarzh-CNzh-TWnltlfifrdehiiditjakomsnofaptruessvtrvi

følg InnerSelf på

facebook-ikonettwitter-iconrss-ikonet

Få den siste via e-post

{Emailcloak = off}